Daily Life
Saya yakin banyak di antara Beautiful Souls yang sudah pernah mendengar bahkan sudah mengetahui definisi perilaku passive-aggressive. Perilaku passive-aggressive adalah cara seseorang untuk mengekspresikan perasaan negatif, seperti marah dan kecewa, secara tersirat atau tidak langsung -- perilaku yang tampaknya tidak berbahaya, tidak disengaja, atau netral, tetapi secara tidak langsung menunjukkan motif agresif yang tidak disadari.
Misalnya, si A tidak menyukai beberapa sifat yang dimiliki si B. Akan tetapi, si A sudah cukup mengenal sifat si B yang cenderung menolak kritikan dan sering menunjukkan reaksi irritating saat ditegur which is teguran yang membangun. Oleh karena itu, si A mengurungkan niatnya memberikan kritik demi improvisasi si B.
Tindakan si A yang mengurungkan niatnya berarti telah memilih menerima sifat si B sepenuhnya. Jika mode accepting sudah diterapkan, artinya si A seharusnya tidak akan menunjukkan perilaku implicit seperti silent treatment, sindiran, dan yang paling risih 'julid'. Namun, praktik nyata dalam kehidupan bersosial, baik dalam dunia pertemanan, pekerjaan, dan keluarga, alih-alih menunjukkan sifat autentik dan transparansi dalam mengekspresikan emosi internal, banyak yang memilih berperilaku passive-aggressive atas alasan tidak ingin membuat orang tersinggung, takut merusak pertemanan, takut dianggap lancang oleh atasan dan kolega, dan menghindari piring terbang di rumahπ.
Ketika seseorang menunjukkan sifat autentik dan transparansi dalam mengekspresikan emosi internalnya, artinya ia telah memilih untuk tidak memperdulikan reaksi orang yang menerima keaslian ekspresi emosinya. Orang ini memiliki mindset bahwa reaksi si criticism receiver terhadap si criticism giver bukanlah akhir cerita. Ironisnya, jika pun harus berakhir sad ending, si criticism giver which is the truth teller won't give a shit - si A tidak akan peduli akan reaksi si B setelah menerima kritikan. Tindakan yang sedemikian rupa disebut dengan keaslian atau transparansi dalam mengekspresikan emosi internal.
To be honest, personally saya masih harus berpikir sepuluh kali ketika ingin menunjukkan sifat autentik ekspresi emosi internal saya karena memang tidaklah mudah - but such action definitely is the best option! Just be real!

0 Response to "Daily Life"
Post a Comment